Minggu, 01 Juni 2014

Hanya Memandang dari kejauhan

Keindahan terpancar dari kejauhan.
Sesosok makhluk hidup yang resah akan kepastian.
Berdiri disebrang, hanya melihat pamandangan.
Pemandangan yang biasa, tapi tidak untuk satu titik.

Yaitu, Hati.

Banyak yang bilang kau cantik.
Banyak yang bilang kau baik.
Banyak yang bilang kau manis.
Dan, Banyak juga yang bilang kau idealis.

Pesona ini tak tergoyahkan.
Saat kau berdansa dengan gauh biru dan rok coklat itu.
Seakan dunia hanya milikmu.
Kau berdansa, seakan tak ada yang menghiraukan gerakanmu.

Tapi, ada yang beda untuk di siang ini.
Kamu putri untuk siang ini.

Retina ini tak bosan untuk memandang,
Hari cerah dengan gaun yang engkau pakai.
Bertingkah banyak, seakan tak ada yang melihat.
Kamu, melebihi biasanya.

Awan di siang haripun kalah oleh raut mukamu detik ini.
Hembusan angin kencang seperti tidak berperan.
Sekawan manusia yang datang, tak terfikirkan.
Seakan, semua tertembus dan tertuju pada satu tujuan.

Siang itu, aku terkagum dengan keputrianmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar