Jumat, 18 April 2014
Cahaya yang Menghilang
galau? hellow! udah gak jaman kali.
Bukannya gak jaman, niatnya pengen belajar, eh malah mati lampu.
Otomatis semuanya jadi serba bingung..
Terkadang sesuatu yang tidak terlihat itu akan membingungkan.
Wajar aja, kita mau melakukan sesuatu, pasti bingung jika tak ada cahaya.
Mau makan aja bingung jika kita tidak bisa melihat.
Pacarpun jika mati lampu bisa ketuker tangannya karena gelap.
Dan mungkin, tangannya bisa berganti ke tangan yang lain.
Kan malah jadi... yaaa... gitu...
Maka dari itu, kita harus mensyukuri nikmat yang ada.
Jika ada sesuatu yang bisa dimanfaatkan, gunakan sebaik-baiknya.
Jika kita membutuhkan orang lain, maka carilah sesuai dengan yang kita butuhkan.
Dan jika ada yang membutuhkan kita, manfaatkan lah kesempatan itu, agar kita mempunyai pandang dimatanya.
- 18 April 2014 -
19.39
Waktu dimana lampu itu menyala (1 Jam yang lalu)
Pernah Gak Sih.........
Paling kebanyakan akan menjawab 'ah, sudahlah, jalani saja hidup ini. Toh, nanti juga akan ada jalan keluarnya'.
Ya kalau dibilang, pernyataan itu emang benar, gak salah juga.
Gua juga sering bilang kaya gitu ke temen.
Dari hal yang sepele, sampai hal masa depan.
Toh, nanti juga akan ada jalan keluarnya' pernyataan yang selalu keluar untuk semua pertanyaan.
'Apa sih yang harus disusahkan dari hidup ini?'
Pertanyaan yang selalu berputar menggentayangi otak kita.
Ya kalau untuk hidup yang 'gitu-gitu aja', ya cuek aja.
Apa sih pentingnya?
Nah, ini yang harus dipertanyakan.
Mungkin orang yang seperti ini yang mempunyai masa depannya dengan mengikuti takdir.
Pasti kurang pengalaman hidupnya.
Sebagai contoh, saat belajar. Gak ada kegagalan, suksespun tak ada.
Ya, jarang berusaha, susah meraih cita-cita.
Fokuskan diri untuk suatu masa depan yang cerah.
jangan menjadi seseorang yang hanya itu-itu aja.
kita harus bergerak kedepan!
menggapai semua angan!
kita muda, bisa dan bijaksana!
semangat untuk jiwa yang akan merubah dunia!
Syurga Berbau Neraka
Malam tiba di suatu dataran
Dataran tak biasa yang menjadi awal petualangan
Tidak asing untuk di kunjungi...
Kita tertidur di atas kayu-kayu yang tersusun
Beratap plastik tebal beralas kayu gelombang
Dingin menyerang lantara serigala menerkam
Hawa berbeda di tempat yang luar biasa
Kita, para petualang alam...
Ayam mendengkur dengan derasnya air
Air yang jarang dilihat dan dirasakan
Getaran dingin yang menyerang tubuh
laksana apa membakar kertas kosong...
Tak lupa menaungkan takbir di antara terbitnya matahari
Mensyukuri kuasa yang diberikan Illahi
Tuhan, terima kasih untuk awal Syurga ini
Apakah kami akan terkejut lagi?
Matahari masih mengumpat, tapi kita nekat
Menanjak setiap batu dan tanah berair
Daun-daun melambai, pohon-pohon menjulau
Air deras mengalir laksana pedang menebas musuh
Medan yang biasa
Tanah yang membosankan
Batu yang besar
dan Lumpur yang menjebak perjalanan
Rumput-rumput yang menghalang bagai laksana benteng kerajaan
Pohon-pohon yang tumbang bagaikan pahlawan di medan perang
Air-air yang mengalir bagaikan tetesan darah para pejuang
serta Daun-daun yang berjatuhan ibaratkan berakhirnya peperangan
Ini peperangan keindahan
Bukan peperangan ketidaksamaan
Kita dilahirkan untuk menjaga
Bukan untuk menunda
Dan sampai akhirnya......
Kita tahu bahwa alam Illahi itu indah!
bagai Syurga berbau Neraka
Panas Neraka, Pemandangan Syurga
Itulah, Kawan Gunung Indonesia
Syukur atas kuasa yang diberi
Tak lupa kita menikmati
Menikmati derasnya air
Menikmati perbedaan air
itulah alam Negeri Indonesia
Tuhan, berikan keindahanmu disisa umur kami, agar kami tahu dan selalu bersyukur atas nikmat yang engkau beri
Terima kasih untuk alammu, Tuhan.
18 April 2014
Senin, 14 April 2014
Kawah Ratu, Pecah..!!
itu kutipan lagu yang dinyanyiin Jebraw "Jalan-Jalan Men Episode Pulau Weh". beuuuhhh, lagunya enak juga brooo.. abis jalan, ngedengerin itu, jadi pengen berpetualang lagi dialam yang masih luas ini.
2 minggu yang lalu.. Gua, Miftah, Iqbal, Yoga dan Jatmiko jalan-jalan ke Gunung Salak Endah, tujuan kita Kawah Ratu dan Curug 1000.
rencana, jalan sesudah sholat Maghrib. tak lupa kami mengisi perut di warung nasi 'Mak Iyoy' masakannya iyoy gitu deh.. gak disangka, saat hendak mau jalan, hujan turun. tidak sekali. deras yang berkali-kali. sempet frustasi juga dengan cuaca malam itu. tapi, kami para orang 'gila' rela ujan-ujanan demi tujuan kita. tiba di Kawah Ratu pagi! karena tekat yang bulat itu lah kita jalan sambil ujan-ujanan. modal nekat dan berujung sekarat.
kita tiba jam 10 lewat banyak. bingung mau tidur dimana. ngedakipun tak mungkin. lihat-lihat sekitar, ada kaya saung gitu. akhirnya bikin tenda deh di atas saung. pengalaman yang jarang juga sih.. malah, mungkin gak ada yang kaya kami. masang tenda di atas saung. gua yakin pasti gak ada.
pagi tiba! kita bangun jam 4.. dan langsung jalan...... jam 5 pagi.
perjalanan lumayan jauh, di taksir kira-kira dibutuhkan waktu 2,5 - 3 jam untuk sampai di Kawah Ratu. jalannya pun bukan jalan biasa. alam banget, semak-semak bertebaran. tak rata. lumpur mengancam.
gua nyebur lumpur........
ada kali sampe dengkul! mana gua pake sendal Ali dan susah dicabut. idup gak lumpurnya? enggak kok. lumpurnya cuma dalem. ada lah kalau di ukur kira-kira 40-50 cm. lemayan gak tuh?
itu tempatnya di tengah-tengah perjalanan.
tapi itu menjadi kesan pertama juga. dan semoga yang terakhir ~
satu jam kemudian......
BROOOOO..!!!! KITA NYAMPE BROOOO...!!!! PECAH BANGET..!!!
jam setengah 8 lewat dikit lah....
kita makan-makan men..!!
kita maen-maen men..!!
nyebur-nyebur men..!!
bugil-bugil men..!!
POKOKNYA.... PECAH BUAT KAWAH RATU...!!!!
tempatnya rekomendasi banget! sumpah!!!!!
- to be continue -
Minggu, 23 Februari 2014
mungkin ini, gelisah
semua hal jadi tidak wajar, ketergantungan fisikpun mempengaruhi. bingung ingin berbuat apa dengan keadaan ini. diam? mungkin itu lebih baik dan akan menambah beban dihati. curhat sih butuh, tapi dengan siapa? sanak keluarga, takut tidak memperdulikan. sahabat, mungkin, tapi yang mana? gua juga butuh beberapa masukan.
berat sih enggak, cuma ada ketergantungan akan kepanikan.
Tuhan, saya harus bagaimana agar semua pemikiran ini bisa teratasi?
Selasa, 07 Mei 2013
Wisata Pantai Tanjung Kait (Tangerang)
Awal denger cerita, tempatnya menarik. Tapi......
Mending gua cerita dari awal dulu.
Gua dan temen "MPS A" niat mau survey cari tempat liburan di daerah ujung genteng. Tapi itu hanya plan awal. Nah, usut di usut, akhirnya gua dan teman itu memutuskan untuk mencari tempat yang dekat. Awal mula ide, didapatkan saat teman gua ini mengawas UN. Kata rekan pengawasnya, ada suatu objek wisata pantai yang asik yang mana itu nantinya bisa di bilang ancol ke-2. Katanya ya, bukan kata gua. Alhasil, dapetlah ke "ZONK" an yang didapatkan dari hasil survey itu.
Oke, gua cerita dari awal keberangkatan.
Gua bangun jam 05.30 gua panik. Iya gua panik. Panik karena belum nyabut casan hape dari semalem *kampret. Langsung aja gua cabut. Saat itu seketika gua berfikir untuk survey kunjungan ke suatu tempat yang akan temen kelas gua kunjung. Udah gua sebutin di awal. Gua bergegas mandi dan tak lupa bergosok gigi. Gua langsung caw.. gua langsung ke kosan "MPS A", itu maksudnya di samarkan. Oke lanjut.. pukul 07.00 gua jalan, lewat serpong --> BSD city --> mauk --> tangerang kota. Gak jauh dari sana, tempat tujuan hampir sampai. Kira-kira 15 km lagi. Iya, lagi. Agak seneng juga, ternyata yang dicari-cari sudah di temukan.
Niat ingin bertanya posisi wisata yang ingin dikunjungi dimana, dan alhasil gua menanyakan keorang yang salah. Gua nanya ke orang yang jaga lapak di awal. Untungnya, gua belum kesel. Setelah gua bayar, gua langsung jalan ke dalem. Belum masuk, udah di tagih lagi dengan harga yang sama. KAMPRET!.. untung belum memuncak kampretnya. Gua memutuskan untuk kesel nanti. Gua lanjut jalan. Sesampainya di TKP. Gua gak mau cerita. Udah, lupakan aja tempat wisata itu.
Sekian.
Dumek, 07 Mei 2013
Selasa, 02 April 2013
Selamat Ulang Tahun, Ummi :')
dia lahir dari kehidupan biasa tetapi mempunyai mental yang luar biasa. kerjapun tidak dikeluhinya walaupun itu membuat dirinya pusing. saya salut. salut akan kerja kerasnya. walaupun dia orang tipikal yang galak dan keras kepala, tapi, sayangnya tak akan sirna.
selamat hari lahir, Ummi :')



